Cari Blog Ini

Senin, 29 Oktober 2012

Konvoi yang santun (mobil)



Persiapan perjalanan konvoi

Konvoi yang melibatkan banyak mobil mengandung resiko lebih tinggi dan cenderung mengganggu pengendara jalan yang lain. Oleh karena itu buatlah konvoi besar semakin aman, nyaman dan tetap santun dengan cara sebagai berikut:

Buat Rute Dan Checkpoint
Ini merupakan kunci utama untuk menghindari perserta konvoi berjalan terlalu dekat. Dengan memberi tahu rute detail, seluruh peserta konvoi akan mendapat gambaran utuh tentang perjalanan. Dalam rute ini, cantumkan pula checkpoin, jarak masing-masing etape serta titik bertemu atau meeting point. Jadi misalnya ada yang tertinggal pun, peserta tahu akan bergabung lagi di tempat yang telah ditentukan. Dalam merancang rute, jangan biarkan konvoi berjalan non-stop lebih dari 100 Km tanpa perhentian. Tentukan tempat berhenti untuk istirahat 10-15 menit, bisa berupa pompa bensin atau rumah makan.
Rute Perjalanan


Anggaplah Sedang Berkendara Sendiri
cenderung lebih melelahkan justru karena faktor psikologis dengan berpikir kita sedang konvoi dan tak boleh lepas dari iring-iringan. Untuk itu, ketika menjadi peserta konvoi, anggaplah seperti sedang berkendara sendiri melalui rute yang sudah ditentukan. Berkendara pun jadi lebih santai dan disiplin berlalu lintas menjaga keamanan kian mudah dilakukan.

Jaga Jarak Aman Dan Beri Jalan
Tentu saja ini standar baku bagi seluruh pengendara di jalan, termasuk konvoi. Selalu terapkan jarak minimal 3 detik ke mobil depan. Jangan takut dipotong kendaraan lain, karena sebagai konvoi yang sopan Anda juga mesti memberi pengguna jalan laik hak yang sama. Dengan menjaga jarak dan rela memberi jalan pada orang lain, citra klub Anda akan semakin harum. Banyak pengendara awam beranggapan konvoi adalah sesuatu yang bersifat arogan. Dan ketika Anda membuktikan sebaliknya, klub pun akan mendapat simpati dan senyuman dari sesama pengguna jalan.
Jarak aman antar kendaraan

Sein Lebih Awal
Demi menghindari reaksi terlambat dari peserta konvoi di belakang, selalu gunakan sein lebih awal ketika hendak berbelok. Tak perlu terlalu lama, sekitar 1-2 detik lebih awal dari normalnya sudah cukup. Bila memungkinkan, komunikasikan juga via radio komunikasi saat akan membelok.

Gunakan Lampu Besar, Bukan Hazard
Aturan simpel yang membedakan konvoi sopan dan provokatif. Menggunakan hazard mengundang banyak bahaya seperti pengendara di belakang lebih cepat lelah matanya, lampu sein jadi tidak berfungsi serta seakan meminta prioritas ke pengendara lain. Bila dirasa perlu untuk memberi tanda peserta konvoi, gunakan saja lampu besar, bukan lampu jauh. Selain tidak mengganggu pengendara lain, lampu besar juga dirasa masih sopan.
Menyalakan lampu besar sebagai tanda

Menyalip Sendiri-Sendiri
Bila kebetulan harus menyalip mobil di depannya pada jalan 2 arah, eksekusilah satu per satu jangan langsung berombongan. Selain lebih sopan pada pengendara lain, mobil yang telah mendahului pun bisa menginformasikan kondisi lalu lintas dari depan pada peserta lain yang hendak menyalip.

Komunikasi Radio
Saat di jalan, gunakan komunikasi radio via HT. Bila tak semua peserta memiliki HT, setidaknya alat komunikasi ini bisa dipakai oleh pimpinan kelompok di paling depan dan sweeper di bagian belakang. Bila ada banyak peserta yang memakai HT, haruslah ditetapkan aturan mainnya karena komunikasi HT tidak bisa 2 arah sekaligus. Tetapkan satu orang moderator untuk mengatur lalu lintas komunikasi. Jadi siapapun yang hendak memulai pembicaraan harus meminta izin dulu, supaya tidak terjadi tabrakan transmisi radio. Selain HT, ada baiknya seluruh peserta konvoi dalam satu kelompok mengetahui nomor ponsel masing-masing peserta. Dan tentu saja, semua aktifitas komunikasi dilakukan oleh co-driver supaya tak menggangu konsentrasi pengemudi.
Radio Komunikasi

Mobil Lebih Kecil Di Depan
Bila peserta konvoi terdiri dari beberapa jenis mobil dengan ukuran berbeda, sebaiknya urutkan posisi terdepan dari ukuran mobil kecil ke besar. Ini akan membantu visibilitas pengendara di belakang saat beriringan.

Bagi Dalam Kelompok
Iring-iringan di atas 10 mobil sangat sulit untuk dikendalikan. Karena itu, bagilah kelompok konvoi maksimal per 10 mobil. Tiap kelompok memiliki pimpinan sendiri dan melakukan koordinasi internal sebelum melakukan perjalanan. Lantas lepaslah tiap kelompok dengan jeda 5-10 menit seperti halnya ajang reli. Kelompok-kelompok kecil seperti ini akan memberi efek positif bagi kesopanan di jalan serta kelancaran konvoi. (berbagai sumber-mobiljip.com/RAW)

Senin, 04 Juni 2012

Modifikasi Jimny 4x4 tahun 84

"Bebebrapa kendaraan boleh saja mengklaim telah menciptakan sejarah di dunia, namun Jimny memiliki tempat tersendiri dihati penggemarnya," ujar General Manager Suzuki Australia, Tony Devers seperti dikutip dari Autoevolution

Suzuki Jimny........ merupakan salah satu mobil sejenis Jeep yang tidak bisa dipandang sebelah mata....
Meskipun hanya menggendong mesin 1000 cc, tetapi tetap tangguh melibas medan yng terjal dan berat sekalipun.
 Mengingat tahun produksinya yang sudah cukup lama, maka tidak heran jika banyak mobil Jimny yang beredar di Indonesia sudah mulai membutuhkan perawatan di sana sini. Di sinilah peranan para "Modifikator" untuk membangun kejayaan Jimny agar tidak sampai pudar tergerus jaman.
Perbaikan Body dan Pengecatan ulang
Dari sebuah mobil lansiran tahun 80-an, tangan-tangan dingin para modifikator bisa menjadikannya sebuah mobil andalan yang bisa membuat banyak orang ingin memilikinya.

Pada garis besarnya, bagian-bagian yang dilakukan modifikasi agar tampak segar dan gagah kembali adalah:
1. Kaki-kaki
    Pada bagian kaki-kaki, yang sering dilakukan adalah mengganti anting yang terhubung dengan per daun
    sehingga body mobil lebih tinggi dan didukung dengan velg + ban yang sesuai. Lebih bagus lagi apabila
    di roda depan dipasang juga "free lock" untuk membuat gardan depan tidak ikut berputar apabila tidak
    diperlukan.
2. Body mobil dan accessories tambahan
    Selain memperbaiki plat body yang sdh keropos beserta pengecatan, sekarang banyak sekali accessories
    mobil Jimny dijual di pasaran yang bisa mendukung meningkatnya tampilan.
    Berikut adalah bagian-bagian mobil yang paling sering di modifikasi yaitu:
    a. Overfender, sejenis selebor dari bahan karet ataupun plastik yg dipasang dibody tepat di atas ban
    b. Tutup tanki
    c. Bemper, baik depan maupun belakang
    d. Grill, ada sebagian orang yang senang menggunakan Grill model Caribian 
    e. Spion TJ
    f. Pengunci Kap
    g. Lampu tembak, yang banyak bermanfaat pada waktu perjalanan malam
    h. Antena TJ
    i. Roll Bar, untuk menjaga keamanan penumpang apabila mobil terbalik
    j. Jok Racing
   k.Tempat ban serep custom
    l.  Angsang sate (penutup ventilasi udara)

Anting
Freelock

Tutup Tanki
Overfender
Grill Model Caribian
Bemper Custom
Spion TJ
Pengunci Kap
Lampu tembak JEEP
Antena TJ
Roll Bar

Jok Racing



Angsang Sate
Tempat Ban Serep
3. Mesin
    a. Penggantian kabel busi racing
    b. Penggantian sistem platina menjadi CDI
Kabel Busi Racing
 4. Lain-lain
    a. Penggantian rem standart menjadi booster, untuk penyempurnaan sistem pengereman
    b. Pemasangan power steering
    c. Biar lebih mantab, knalpot + headernya diganti dengan yang lebih oke
Booster Rem
Nah.... dengan adanya modifikasi seperti diatas, maka Jimny 4x4 lansiran 84 sekarang siap untuk digunakan mantenan, jalan-jalan, atau bahkan offroad sekalipun. Jimny gitu loh........

Minggu, 03 Juni 2012

Pilih-pilih "Durian Montong"

Musim durian telah tiba.... di mall, swalayan, pasar tradisional, bahkan di tepi jalan banyak kita jumpai para penjual durian menjajakan dagangannya....

Daging durian montong yang tebal memenuhi rongga

Macam dan jenis durian-pun banyak sekali.... seperti durian Petruk, Lampung, Purworejo, Montong, dan masih banyak lagi...

Khusus untuk jenis montong, menurut saya adalah jenis yang paling mantab. Meskipun harganya relatif agak mahal jika dibandingkan dengan jenis yang lain, tetapi kualitasnya memang bisa dipertanggung jawabkan. Dengan dimensi biji-nya yang kecil.... otomatis membuat dagingnya penuh mengisi sisa rongga yang ada.

Beberapa label yang ada di durian montong

Pada awalnya saya mengira bahwa dimana-mana yang namanya durian montong adalah sama. Yang membedakan adalah harga per-kilonya saja yang bervariasi sesuai dengan lokasi penjualnya. Tetapi pandangan saya tersebut berubah setelah beberapa waktu yang lalu membeli sebuah durian montong di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya.

Pada waktu itu saya menghampiri tumpukan durian dan berniat untuk mulai memilih. Secara fisik keliatan sama..... cuman ada label yang terbuat dari stiker di tangkai durian yang membedakannya. "Kalo memilih durian montong.... saya rekomendasikan pilih yang labelnya ada gambar panda pak!!!, kata mas-nya yang menjaga di situ. Lho... memangnya ada bedanya to..?? saya-pun penasaran. "Silahkan dicoba aja.... pengalaman saya, orang-orang yang membeli durian disini dengan label panda rata-rata puas pak", ujar mas-nya lagi sambil tersenyum.

Label panda pada tangkai durian

Untuk membuktikan ucapan mas-nya tadi, saya-pun mengambil satu buah durian montong dengan label panda dengan memilih yang bagus tentunya dengan bantuan mas penjaga stand, serta membawanya ke kasir untuk pembayarannya.

Hemmm.... mm...m..  memang bener-bener mantab. Daging-nya tebal dengan biji yang kecil khas durian montong serta rasanya bener-bener manis. Tidak ada rasa hambar di dagingnya, karena pengalaman yang sebelumnya.... kadang-kadang ada durian montong yang dagingnya tebal, tetapi rasanya kurang manis (sedikit hambar).

Dua hari yang lalu, waktu jalan-jalan di dekat rumah... secara tidak sengaja saya liat ada penjual buah yang jual durian montong dengan label panda. Biasanya label panda tidak selalu ada di tiap penjual, katanya sih tergantung dari supliernya. Setelah membayar dan dibuka di rumah, Hemmm.... mm...m..  memang bener-bener mantab... kata-kata itu terulang lagi dari mulut saya. Istri dan dua anak saya-pun meng-aminninya....

Penasaran...???? Silahkan untuk membuktikannya......

Minggu, 27 Mei 2012

Sipelot dan Lenggosono, Pantai Perawan di Malang Selatan (Part 2)

Benar-benar masih asli dan alami........
Itu adalah kata yang cocok untuk menggambarkan susana pantai Sipelot. Dengan adanya sebuah muara kecil di ujung sebelah timur pantai semakin membuat kita betah untuk tinggal disana...

Sungai yang terhubung dengan Pantai Sipelot

Muara sungai di ujung Timur Pantai Sipelot
Melihat kondisi pantai dan kehidupan penduduk disini.... jelas terlihat bahwa Sipelot jarang didatangi oleh wisatawan. Apalagi dijadikan tempat tujuan wisata. Rata-rata yang datang adalah orang-orang yang punya jiwa petualang dan hobi mendatangi tempat-tempat yang jarang dikunjungi.

Pantai yang masih sepi dan asri
Dengan hamparan pasir yang putih..., serta suasana desa yang sepi dan asri.... maka tidak salah kalau kita menyebut pantai ini merupakan salah satu pantai perawan di Malang Selatan.

Sisi lain pantai dengan air yang biru dan hamparan pasir putih
Tidak jauh dari Sipelot, terdapat satu lagi pantai perawan yang tidak kalah cantiknya. Lokasinya dibalik bukit sebelah Barat Pantai Sipelot. Penduduk di sana menyebutnya Pantai Lenggosono. Wilayahnya sudah bukan Desa Pujiharjo lagi, melainkan masuk di Desa Purwodadi.


Lokasi pantai Sipelot dan Pantai Lenggosono
Akses jalan ke sana lumayan menantang andrenalin. Disamping naik turun dan berkelok-kelok, kondisi jalan pun tidak semulus yang kita harapkan. Tumpukan batu dan genangan lumpur seringkali kita temui di sepanjang perjalanan.

Kondisi jalan menuju Pantai Lenggosono
Setelah perjalanan kira-kira 5 km... sampailah kita di  Lenggosono. Sepadan dengan sulitnya medan dan capeknya badan. Bener-bener pantai yang tidak mudah untuk dilupakan. Ombaknya lebih tenang bila dibandingkan dengan pantai Sipelot sehingga lebih asik dan lebih aman untuk bermain air. "Jika ingin bermalam menggunakan tenda juga ngga apa-apa kok Mas", kata Pak Badrus salah satu warga setempat yang menjadi penunjuk jalan kita.

Sudut pantai sebelah Timur dengan bentuk karang yang memikat

Pasir pantai yang landai dengan ombaknya yang tenang

Bersama Pak Badrus (paling kiri) yang menunjukkan lokasi Pantai Lenggosono
 Bener-bener pengalaman yang luar biasa.... berangkat sendiri-pun ngga mungkin, karena lokasinya yang cukup terpencil serta medannya lumayan berat. Mudah-mudahan dapat mengunjungi dan berbagi cerita lokasi-lokasi menarik lain yang belum diketahui masyarakat umum agar bisa dikembangkan lagi dan diolah menjadi tempat wisata yang bisa dibanggakan. Semoga.......!!!

Selasa, 22 Mei 2012

Sipelot dan Lenggosono, pantai perawan di Malang Selatan (Part 1)

Dalam rangka mengisi libur panjang dan cuti masal beberapa waktu yang lalu, temen-temen pemilik Bajaj Pulsar yang tergabung dalam Gresik Pulsar Community (GPC) pada tanggal 18-19 Mei 2012 mengadakan touring ke daerah wisata sekaligus silaturahim antar anggota.

Komitmen menjaga "Safety Riding" selama perjalanan


Pada kesempatan kali ini target tempat wisata yang akan dikunjungi adalah Pantai Sipelot di daerah Malang Selatan. Rencana rute yang akan dilewati adalah Gresik - Margomulyo - Darmo Permai - Wonokromo - Sidoarjo - Malang. Dari seluruh peserta yang ikut... hanya ada satu orang saja yang pernah ke sana. Itupun sudah 19 tahun yang lalu

Setelah dilaksanakan safety briefing dan do'a bersama, perjalanan ke Sipelot mulai diberangkatkan dari Bunderan GKB. Kondisi jalan relatif lancar hingga rombongan berhenti di  Apollo untuk beristirahat sejenak dan memberi kesempatan para "ahli hisap" untuk berkreasi membuat asap.

Istirahat sejenak di Apollo


Setelah istirahat dirasa cukup, perjalanan-pun dilanjutkan kembali. Tepat pukul 11.30 rombongan sudah masuk di kota Malang dan berhenti untuk melaksanakan Sholat Jum'at sekaligus makan siang. Dari kota Malang, rute selanjutnya adalah Turen - Dampit - Tirtoyudo - Pujiharjo. Pantai Sipelot lokasinya berada di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang.

Route menuju Desa Pujiharjo
 
Setelah menempuh perjalanan sejauh 190-an Km, rombongan sampai juga di lokasi tujuan. Pertama-tama yang dilakukan adalah sowan ke rumah bapak RT untuk silaturahim dan mencari informasi apakah ada rumah yang bisa digunakan oleh rombongan untuk menginap selama satu malam.

Sampai di lokasi tujuan

Desa Pujiharjo masih segar alami dengan penduduknya yang ramah

Alhamdulillah... Dewi keberuntungan berpihak kepada kita. Ada rumah yang dapat kita gunakan dan siap menyediakan makan malam dan makan pagi serta kopi manis bagi kami. Di sana juga ada yang jual rujak cingur juga loh..... bagi yang suka masakan pedas dijamin akan terpuaskan......

Persiapan tenda dan api unggun


Meskipun sudah ada rumah... temen-temen tetap mendirikan tiga buah tenda di tepi pantai di depan rumah untuk menikmat suasana malam serta membuat api unggun.Warga Desa Pujiharjo sangat ramah terhadap tamu yang datang. "Wah... sayang sekali cuacanya kurang bagus Mas, jadi jarang yang mencari ikan di laut. Biasanya banyak sekali ikan tongkol yang dijual disini. Lha wong Tempat Pelelangan Ikan (TPI) aja ada dua lokasi di tempat ini" seru Pak RT.

Api unggun untuk melawan dinginnya hembusan angin laut

Malam hari..... setelah acara api unggun dan makan malam selesai, dilanjutkan dengan meluruskan punggung sambil menutup mata agar keesokan hari bisa segar kembali. Bagi yang ingin menikmati sensasi beda, dipersilahkan untuk tidur di tenda dengan "berbantal pasir" dan "dibelai ombak"..... zzz......zzzz.....z..z.....z......z.......z.......... (jadi anak pantai bro......)

Rabu, 16 Mei 2012

Lampu "BBG"

Bermula dari banyaknya para pedagang kaki lima yang memodifikasi lampu petromaks-nya dari minyak tanah menjadi BBG/LPG dimana hasil modifikasinya terkesan asal-asalan dan kurang manis dipandang mata, maka saya mencoba untuk hunting di internet mencari produk lampu sejenis petromaks tetapi memang didisain khusus menggunakan BBG/LPG

Lampu BBG


Setelah bertanya-tanya ke mbah Google.... akhirnya lampu yang saya maksud-pun ketemu. Istilah kerennya di dunia maya adalah Lampu LPG atau ada juga yang menyebut lampu BBG.

Ada dua jenis Lampu BBG/LPG yang ditawarkan, yaitu type digantung (connection-nya menggunakan selang) dan satu lagi type setang yang menempel langsung di tabung LPG.

Kali ini kita akan bahas yang kedua yaitu type setang karena bedanya dengan yang type gantung hanya di saluran antara tabung dengan body lampu saja. Selain itu sama persis.

Connector ke tabung LPG
Body lampu + kaca pelindung

Kondisi lampu lengkap termasuk tutup dan sarung lampunya
 
Secara garis besar, bagian-bagian lampu tersebut adalah:
1. Connector ke tabung LPG
2. Setang/pipa besi dengan panjang 1 meter
3. Body lampu
4. Kaca pelindung
5. Tutup bagian atas, serta
6. Sarung lampu (sama persis seperti sarung lampu petromaks)

Connection antara setang dan body lampu


Cara merakitnya cukup mudah....
1. Sambung connector dengan setang bagian bawah
2. Sambungkan juga setang bagian atas dengan body lampu
3. Pasang sarung lampu pada tempatnya
4. Lanjutkan dengan memasang kaca pelindungnya
5. Tutup bagian atas lampu dengan penutupnya. Jangan lupa untuk mengencangkan mur-nya

Posisi terpasang diatas tabung LPG 12 Kg

Setelah terpasang semua.... sambungkan connector pada tabung LPG dan lampu akan berdiri tegak dengan posisi tabung dibawahnya. Periksa setiap sambungan dan pastikan tidak ditemukan adanya kebocoran dengan cara memeriksa baunya atau dengan menggunakan air sabun.

Bakar bagian bawah kaos lampu dengan korek api

Keran pengatur besar/kecilnya gas yang mengalir

 Cara menyalakannya tidak jauh berbeda dengan lampu petromaks. Untuk kaos lampu yang baru dipasang di tempatnya, harus dibakar dulu dengan korek api... dan terus didiamkan/dibiarkan mati sendiri. 
Langkah selanjutnya adalah:
1. Pastikan keran putar yang berwarna merah tertutup penuh (full close)
2. Nyalakan connector sehingga gas mengalir dari tabung, melalui setang dan berhenti di keran
3. Masukkan korek api gas yang panjang pemantiknya melalui lubang di bagian bawah body lampu
    (sebenarnya dari pabrikan sudah ada alat pemantiknya, akan tetapi penggunaannya agak susah)
4. Bakar bagian bawah kaos lampu sambil keran gas yang berwarna merah dibuka pelan-pelan
5. Kaos lampu akan berpijar terang... dan lampu BBG-pun menyala. Sesuaikan terang/redupnya lampu dengan memutar keran

Nyala lampu sama persis dengan lampu petromaks

"Mas... kira-kira bahaya ngga?" mayoritas orang pasti bertanya seperti itu. Asalkan kita tahu cara penanganannya yang benar, serta digunakan sesuai dengan kondisi dan situasi yang tepat, maka resiko bahaya akan menjadi sangat kecil. Bahkan kita bisa ambil manfaatnya seperti halnya kompor LPG yang kini hampir ada di tiap rumah.

Mau coba digunakan buat camping di daerah yang tidak ada listrik.....?
Atau mau cari suasana yang beda .........? Waktu pagi hari LPG-nya juga bisa buat bikin sarapan kan......?

Note: Bisa digunakan buat LPG 12 Kg maupun 3 Kg